Memuliakan Orangtua

02/08/2009

Suatu hari seorang laki- laki menemui Rasulullah SAW dan  bertanya,” Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak untuk kami hormati sebaik-baiknya perlakuan?” Rasulullah menjawab, “Ibumu.” Mendengar jawaban Rasulullah, laki-laki itu pulang.

Keesokan harinya, laki-laki tersebut datang lagi menghadap Rasulullah. Ia bertanya kepada Rasulullah dengan pertanyaan yang sama seperti sebelumnya. ” Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak untuk kami cinta dengan sebaik-baiknya perlakuan?” Rasulullahpun menjawab kembali dengan jawaban yang sama, “ibumu.”

Untuk ketiga kalinya ia bertanya kembali,”Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak kami sayangi dengan sebaik-baiknya perlakuan selain ibuku?” Kemudian Rasulullah menjawab,” Ibumu.”

Laki-laki tersebut semakin penasaran,ia pun mencoba memberanikan dirinya untuk bertanya kembali kepada Rasulullah.     “kemudian siapa lagi selain ibuku?” dengan tersenyum Rasulullah menjawab, “Tentu Bapakmu .”

Belum  sempat laki -laki itu melangkahkan kakinya untuk pulang,   Rasulullah berkata, “wahai saudaraku, bahwa tentang perlakuan yang  sebaik-baiknya kepada kedua orangtuamu Allah berfirman:

‘Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaknya kamu berbuat baik kepada dua orang  ibu bapaknya dengan sebaik-baiknya .jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah sekali-kali kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan  rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah,’Wahai Tuhanku, kasihanilah mereka keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (Al-Israa: 23-24)

Hikmah Cerita:

Berkali-kali Rasulullah selalu menjawab bahwa orang tua harus kita perlakukan dengan baik, dihormati, dicintai, dan dimuliakan sebagaimana perintah Allah.Jangan pernah membantah selama perkataan itu tidak bertentangan dengan perintah Allah dan hadist.


games

25/07/2009

mario


Berkah bagi Orang Amanah

23/07/2009

Pada siang hari yang terik Umar bin Khattab RA pergi ke padang penggembalaan domba.  Tak sengaja ia melihat seorang anak penggembala sedang duduk berteduh dibawah pohon kurma yang menjulang tinggi. Pelahan Umar mendekati anak kecil itu dan bertanya “Anakku, bolehkan aku membeli satu ekor kambing gemukmu dengan harga yang tinggi?” Mendengar pertanyaan itu, si penggembala kecil menjawab dengan tegas, “Wahai orang tua, kambing-kambing ini bukan milikku, tapi milik majikanku. Aku hanya diberikan amanah untuk memeliharanya dengan baik”

Umar mencoba membujuk si penggembala lagi, “Anakku, katakanlah kepada majikanmu bahwa seekor harimau telah mencuri kambing itu, dam majikanmu tidak melihatnya, tentu dia akan percvaya denganperkataanmu. Kemudian uang yang miliki itu bisa kau belikan kambing lagi dan sisanya untuk kepentingan dirimu. Bukankah itu lebih menguntungkan ujar Umar sambil melirik kambing-kambing tersebut.

Mendengar perkataan umar anak gembala menjawab dengan lantang “wahai orang tua, meskipun majikanku tidak melihat perbuatan tercelaku, Tapi Allah selalu melihat dan mengetahui apa-apa yang telah umatnya kerjakan. Semoag Allah memaafkan perkataan tuan dengan sebaik-baiknya perbuatan.”

Melihat kesalehan si penggembala hati umar sangat senang, iapun bergegas menemui majikan sipenggembala untuk membebaskan dariu perbudakan. Tak hanya itu Umar juga menghadiakan kambing yang dibelinya kepada anak penggembala tersebut. Ia mendapatkan berkah berlimpah dari Allah karena menjaga amanah atas kepercayaan orang lain.

Hikmah Cerita untuk teman:

Sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang dikerjakan setiap hambanya. Sianak penggembala tersebut bisa menjaga amanah orang lain, Akhirnya ia mendapatkan berkahnya dengan terbebas dari perbudakan dan mendapatkan hadiah yang tidak terduga..”


23/07/2009

saya di suruh membaca sebelum pulang


ayah kita lagi membalas giliran kita membalas

22/07/2009

karena saya deretadi to


selamat siang ayah

22/07/2009

imam sudah plontos lagi nih..


ayah maumiki pulang ka

19/07/2009

iye ka


hari mingu

12/07/2009

hari mingu saya di ruma qaid tidak


ayah saya lagi membalas berapa kali mi ki

12/07/2009

ayah balas ki qaid


fikri datang

07/07/2009

tanggal 5 7 09 fikrki datang dari dari desa